Bingung Pilih Mana Dinar atau Dirham untuk Investasi? Pahami Dulu Hal-Hal Berikut Ini

Bingung Pilih Mana Dinar atau Dirham untuk Investasi? Pahami Dulu Hal-Hal Berikut Ini

Pilih mana dinar atau dirham untuk investasi – Selain logam mulia emas batangan, perak murni atau perhiasan, sebenarnya masih ada lagi instrumen investasi lain yang tak kalah diminati masyarakat. Adalah dinar dan dirham, mata uang koin yang konon disebut-sebut sebagai penyelamat masa depan perekonomian manusia.

Dinar dan dirham sendiri sudah ada sejak masa silam. Dahulu dinar dan dirham dijadikan sebagai mata uang umat Islam pada masa Umar bin Khattab. Kedua mata uang koin ini pun lantas kembali banyak diminati, namun lebih banyak sebagai investasi. Jika Anda masih belum mengenali keduanya, mungkin Anda akan sedikit bingung pilih mana dinar atau dirham untuk investasi.

Pengertian Dinar dan Dirham

pilih mana dinar atau dirham untuk investasi

Agar Anda tak bingung pilih mana dinar atau dirham untuk investasi, tentu Anda harus tahu dulu apa beda antara keduanya.

Dinar merupakan mata uang koin berbahan emas berkadar 22 karat dengan berat 4,25 gram. Pemilihan emas dengan karatase 22 karat bukan tanpa sebab. Emas dengan karatase tersebut dinilai paling cocok untuk mata uang karena sifatnya yang tidak terlalu lunak dan tidak mudah rusak.

Berbeda dengan dinar yang berbahan emas, dirham merupakan mata uang koin berbahan perak murni yang memiliki berat 2,975 gram.

Baca Juga: Pengertian Logam Mulia dan Berbagai Jenisnya Selain Emas

Produsen Dinar dan Dirham

pilih mana dinar atau dirham untuk investasi

Baik dirham maupun dinar, saat ini diproduksi oleh PT Aneka Tambang, Tbk (Antam). Seluruh proses produksi, standarisasi dan pencetakan dua koin tersebut dilakukan oleh Unit Usaha Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia di Antam.

Dinar dan dirham yang diproduksi Antam juga sudah mendapatkan sertifikat ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional dan London Bullion Market Association. Tak hanya itu saja, dinar dan dirham juga sudah distandarisasi oleh WITO (World Islamic Trade Organization). Itu artinya dinar dan dirham merupakan alat tukar yang sah layaknya uang dan bisa diterima di berbagai negara di dunia.

Jika Anda masih bingung pilih mana dinar atau dirham untuk investasi, beberapa penjelasan tentang kelebihan keduanya berikut ini mungkin akan sedikit membantu Anda.

Kelebihan Dinar

pilih mana dinar atau dirham untuk investasi

Ada beberapa keuntungan jika Anda melakukan investasi dinar, diantaranya:

1. Aman dari Bahaya Inflasi

Berbeda dengan mata uang kertas yang jika disimpan lama nilainya akan semakin berkurang karena inflasi, melakukan investasi dinar akan membuat aset Anda justru bertambah nilainya dari waktu ke waktu.

2. Bersifat Likuid

Hampir sama dengan logam mulia emas batangan, dinar juga mudah dicairkan atau dijual saat Anda membutuhkan tambahan dana segar. Apalagi penjualan dinar lebih fleksibel sesuai kebutuhan. Misalnya Anda memiliki 50 koin dinar, karena suatu hal Anda butuh dana dan harus menjual 10 koin, maka hal ini bisa saja dilakukan.

3. Nilai Jual Tinggi

Anda harus tahu bahwa harga jual atau buyback dinar mengikuti harga emas dunia layaknya harga emas batangan. Anda sangat mungkin mendapatkan harga buyback yang tinggi, asalkan cermat dalam memilih waktu yang tepat untuk menjualnya kembali. Untuk itu, pastikan Anda mengecek kurs emas sebelum menjual dinar.

4. Hidup yang Lebih Islami

Bagi orang muslim khususnya, dinar seperti memiliki keistimewaan tersendiri. Hal ini karena dinar merupakan salah satu peninggalan yang menggambarkan kemakmuran umat muslim di masa silam. Tak hanya itu, dinar sendiri merupakan ukuran batas nishab atas pengeluaran zakat.

Artikel Lain :  Mengenal Keunikan Emas Merah Putih, Pendatang Logam Mulia Terbaru dari Lotus Archi

Kelebihan Dirham

Anda masih merasa bingung pilih mana dinar atau dirham untuk investasi? Berikut ini adalah kelebihan dirham sebagai instrumen investasi:

1. Berlaku di Banyak Negara

Saat ini makin banyak negara yang menggunakan dirham sebagai salah satu mata uang mereka. Tak hanya di kawasan Timur Tengah saja, beberapa negara seperti Kanada dan Malaysia juga mulai menerima pembayaran dengan dirham. Itu artinya dirham sudah menjadi salah satu alat pembayaran yang lumrah.

2. Aman dari Inflasi

Sama halnya dengan dinar, dirham juga membuat aset Anda lebih aman dari gerusan inflasi.

3. Mudah Dicairkan

Tak berbeda jauh dengan dinar, dirham juga mudah dicairkan atau dijual kembali. Untuk itu penting bagi Anda untuk membeli dirham yang bersertifikat.

Sebenarnya Anda tak perlu bingung pilih mana dinar atau dirham untuk investasi, karena keduanya sama-sama memiliki kelebihan yang baik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Hanya saja Anda harus paham bahwa biaya untuk mencetak keduanya cukup mahal, yaitu 3% – 5% dari harga jual.

Semoga ulasan tentang pilih mana dinar atau dirham untuk investasi ini dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan dalam memilih alat investasi yang tepat.

Artikel Lain :  5 Jenis Logam Mulia yang diperjualbelikan di Indonesia, Pahami Sebelum Berinvestasi

Tinggalkan Balasan